AIR MATA UNTUK SANG BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW USTADZAH DARA HUSAIEN

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

 AIR MATA UNTUK SANG BAGINDA NABI MUHAMMAD SAW 

 USTADZAH DARA HUSAIEN



اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد 


Untuk sang Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam temanya. ya Allah air mata dari dan untuk Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kalau kita bicara tentang air mata dari awal kita dilahirkan sampai detik ini kita udah nggak tahu nih berapa liter jumlahnya kalau kita kumpulkan air mata kita yang jatuh itu dalam satu tempat entah ada berapa ratus berapa ribu atau berapa banyak lebihnya buliran air mata yang mengalir di pipinya kita nih saking banyaknya mungkin air mata yang keluar dari matanya kita dan kalau misalnya pun enggak ada stok di air mata kita udah enggak tahu sudah dari kapan dia mengering kan kayak gitu ya atau yang Masya Allah ini adalah Allah selalu memberikan stok pada air mata kita seakan-akan air mata kita enggak pernah habis seberapa banyak pun kita keluarkan tapi yang menjadi pertanyaannya adalah untuk siapa air mata itu kenapa kita menangis supaya kita menangis untuk Allah subhanahu wa ta'ala sudahlah kita menangis untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apakah air mata kita yang kita keluarkan selama ini adalah Air mata kerinduan kita terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apakah air mata yang keluar selama ini adalah air mata karena takutnya kita akan dosanya kita sehingga kita enggak dikumpulin sama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apakah air mata kita udah sampai di titik itu dari sekian banyak air mata yang keluar atau air mata kecemburuan ketika kita mendengar atau melihat orang yang membaca sholawat kepada nabi tanpa henti dan kita enggak bisa kayak orang itu ketika diisi bukan hari-harinya ketika kita lihat tangannya mengetik tasbih yang di mana tasbih tersebut adalah sholawat yang dihaturkan kepada Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan sekian banyak air mata yang jatuh selama ini Masya Allah. di dalam salah satu riwayat pernah menceritakan bagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam saat itu sedang berkumpul dengan para sahabat yang tiba-tiba beliau diam dan memejamkan mata sambil mendoakan kepala bagian sedikit ke atas tersenyum tapi ada tersirat kesedihan di wajah beliau ketika beliau membuka mata ditanya oleh para sahabat ya Rasulullah kenapa ditanya sama para sahabat Rasulullah bahwa Rasulullah merindukan dan ingin berjumpa dengan saudara-saudara atau bahkan ada yang mengatakan dengan kekasih kekasih atau pecinta pecintaku atau Rasulullah lalu ditanyain sama sahabat lagi  bukankah kami adalah saudaramu ya Rasulullah kami adalah cintamu ya Rasulullah terus Rasulullah kalian adalah sahabat-sahabatku walaupun saudara orang-orang yang aku maksud pecinta adalah mereka yang beriman kepadaku tapi belum melihat aku itu kata Rasulullah saat itu orang yang beriman kepada rasul dan belum melihat Rasul shallallahu alaihi wasallam dan ini adalah orang yang dirindukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dan Masya allahnya adalah kita adalah orang-orang yang tidak melihat nabi belum bertemu dengan nabi tapi kita beriman kepada nabi sadarkah kita bahwa kita lahirkan oleh Rasul shallallahu alaihi wasallam saat itu kita yang disebutkan oleh Rasulullah di depan para sahabat saat itu bukti bahwa Rasulullah merindukan kita saat itu rasulullah menangis untuk kita dan apakah saat ini kita menangis untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan apakah air mata kerinduan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terhadap kita umat-umatnya hanya sebatas antara Rasulullah dengan para sahabat saat itu tuh di mana Rasulullah masih ada waktu di mana Rasulullah meneteskan air mata ketika beliau mengadu kepada Allah subhanahu wa ta'ala di sepertiga malam waktu di mana cuman ada beliau dengan Allah subhanahu wa ta'ala waktu di mana saat itu nggak ada orang waktu di mana saat itu sepi waktu di mana ketika kita ingin romantis dengan Allah itu waktunya saat di mana beliau salat tahajud saat di mana beliau melaksanakan qiyamul lail beliau bangun salat yang panjang sujud yang lama berlinang air mata mengangkat tangan berdoa sama Allah supaya kita umat-umatnya dilindungi oleh Allah subhanahu wa ta'ala bagaimana Rasulullah begitu memikirkan kita sebagai umat-umatnya saat itu bagaimana Rasulullah memperdulikan kita sebagai umat-umat yang sampai beliau meminta kepada Allah ya Allah Rasulullah bakal kembali nih ke hadapan Allah dan saat Rasulullah kembali nanti ke hadapan Allah akan banyak umat-umatnya Rasulullah setelah ini ya kayak gimana nih Rasulullah titipkan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena Rasulullah sudah kembali kepada Allah subhanahu wa ta'ala tapi saat Rasulullah kembali apakah selesai tanggung jawab beliau enggak beliau melihat kita beliau memandang kita dari tempat beliau melihat bagaimana kita mencintai beliau menjawab salam-salam yang kita yang kita haturkan kepada beliau sebagaimana dikatakan dalam salah satu hadits barang siapa yang bersholawat kepada Rasulullah sekali maka akan dijawab sama Rasulullah 10 kali yang sholat 10 kali dijawab sama Rasulullah 100 kali yang bersama 100 kali di Jawab sama Rasulullah 1000 kali yang sholawat 1000 kali dijawab 10.000 kali begitu seterusnya Rasulullah masih melihat kita menjawab setiap sholawat yang kita baca menjawab kerinduan kita ketika kita mengaku kalau kita rindu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam karena Rasulullah tahu bagaimana rasanya merindukan tapi nggak bisa ketemu dan Masya allahnya lagi adalah ketika Rasulullah meriwayatkan dalam salah satu hadis beliau kata Rasul barang siapa yang melihat aku di dalam mimpi ketahuilah bahwa dia sedang melihat aku karena kita belum pernah dan enggak saat itu belum ada ya kan kita tidak seperti para sahabat yang bisa bertemu langsung dengan Rasulullah ketika rindu nyari Rasulullah ketemu sama Rasulullah bisa cium tangan kita hadir bahkan di abad ke-14 setelah kita enggak ketemu lagi sama setelah Rasulullah yang bertemu aku atau melihat aku di dalam mimpi maka dia betul-betul melihat aku ketika ada orang yang betul-betul berusaha untuk bisa bertemu dengan Rasulullah dan rasul dia melihat Rasulullah di dalam mimpinya untuk menjawab kerinduannya karena Rasulullah tahu tadi bagaimana rasanya merindukan tapi enggak ketemu ya kan Rasulullah bagaimana rindu sampai mengeluarkan air mata lalu kembali lagi kepada kita ini sesuai judul air mata dari dan untuk Rasulullah dan air matanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sudah sampai mana Air mata ini kita berikan kepada rasul saat di mana kita mendengar nama beliau disebut apakah kita menjawab nama itu saat ketika orang lain sibuk dengan dunianya dengan sholawatnya kepada rasul ke mana kita di saat itu saat orang-orang udah pada mengenal Rasul saat orang-orang udah pada mencintai Rasul ke mana kita saat itu saat orang-orang sudah berusaha untuk membalas air mata Rasul ke mana kita dengan air mata kita siapa yang kita tangisi selama ini air mata kita mengalir kemana selama ini untuk rasulkah untuk cintanya Rasul kah untuk kerinduan kita terhadap Rasul mana air mata kita coba kita tanya sama diri kita nih sebanyak mana air mata yang keluar dari air mata kita terhadap dunia dan terhadap kerinduan kita untuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebanyak mana air mata yang sudah mengalir dari air dari diri kita yang kita tangisi dunia yang akan habis saat di mana bukan hanya air mata yang keluar tapi keringat yang bercucuran darah yang mengalir supaya di saat beliau udah nggak ada kita aman kita beriman dalam keadaan yang aman lalu ke mana air mata kita akhwat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebagaimana kita tahu bagaimana perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk kita bagaimana Rasulullah menangis ketika merindukan kita bagaimana beliau menceritakan tentang kita di hadapan para sahabat dan Allah subhanahu wa ta'ala bagaimana Rasulullah menitipkan kita kepada Allah karena saat dimana Rasulullah kembali dan posisinya Allah di saat itu beliau tidak bisa mendampingi kita secara jasad nih Rasulullah titipkan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan saat ini gimana kita dijaga oleh Allah subhanahu wa ta'ala bagaimana Allah lindungi kita oleh Allah subhanahu wa ta'ala saat iman Rasulullah menetap kita dari tempat beliau dan bagaimana sekarang kita ke Rasulullah bagaimana kita membuktikan cinta kita terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bagaimana kita membuktikan kerinduan kita terhadap Rasulullah terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholawat yang kita baca cerita yang kita cari tahu hal-hal yang berhubungan dengan rasulullah yang menambah kerinduan kita sampai mengeluarkan air mata karena pastinya kita tidak akan pernah bisa dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala kecuali ketika kita bisa dekat dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan bagaimana kita bisa betul-betul mencintai Allah sedangkan kita nggak jatuh cinta sama kekasihnya ya Allah bagaimana doa kita bisa cepat diijabah dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedangkan kita terus menyakiti Rasulullah dengan semua orang yang kita lakukan selama ini jadi bagaimana di bulan Robi ini kita mulai memperbaiki dirinya kita mengenali Rasulullah lebih jauh lagi memperdalam rasa cinta kita terhadap Rasul memupuk kerinduan kita terhadap rasul yang dibiarkan air mata kita yang menjadi saksi bahwa kita merindukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kita berikan air mata kita karena kita mencintai karena kita merindukan bukan karena kita ingin menyakiti Rasulullah sudah cukup kita merepotkan Rasulullah selama ini saat dimana Rasulullah berjuang sampai berdarah-darah saat itu untuk bisa melindungi kita bisa Rasulullah untuk kembali ke sisi Allah supaya kita merasa aman kita sudah membuat Rasulullah sakit walaupun Rasulullah tidak merasa sakit atas kita tapi setidaknya kita sadar gitu Rasulullah seperti itu untuk memperjuangkan kita semuanya agar kita aman nanti ketika beliau sudah kembali ke sisi Allah bukan dan lagi ketika kita sudah ada saat ini. 



Alfaqirah 🥀 

Comments

Popular posts from this blog

USTADZAH FADHILLAH ULFA

KH ABU HASAN SYADZILI ASKANDAR DAN POHON MANGGA

Ning balqis iskandar – Nawaning Nusantara