HALAQAH NASIONAL - NAWANING NUSANTARA

 HALAQAH NASIONAL

NAWANING NUSANTARA



HALAQAH NASIONAL - NAWANING NUSANTARA

Dr. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) "muncul satu ide untuk membuat halaqah sambil mengkaji kitab Dr. Said Albuthi yg berjudul Sayyidatuna Aisyah. Nawaning kedepannya akan tetap solid dan akan melahirkan program luar biasa untuk kemaslahatan umat Nusa bangsa dan bernegara. Ta'lim Muta'alim : seseorang bisa terbang dengan semangatnya layaknya seekor burung yg terbang dgn kedua sayapnya untuk menggapainya angkasa.
Nawaning terbang dengan semangatnya untuk menggapai cita-cita nya. Nawaning membuka cakrawala kesempatan berkhidmat untuk para Nawaning. Yg namanya khidmat tidak ada pembagian status semuanya memiliki kesempatan berkhidmat kepada bangsa dan bernegara. 

Yang namanya ibu itu adalah madrasah yang pertama dan utama, mengayomi putra putrinya. Segala pembelajaran pasti dari ibunya. 

Para Nawaning ada satu challenge di tantang untuk menjadi madrasah bagi para ummat. Dalam sektor apa saja Nawaning bisa menjadi apa saja dan bisa menjadi madrasah. 

Sayyidatuna Aisyah pernah menjadi komandan perang dan sedangkan Sayyidah Fathimah Az-Zahra ikut terjun di Medan Perang Uhud. Maka dari itu tidak ada alasan para Nawaning untuk mundur diri tidak mau jadi komandan. Jadi Nawaning harus punya semangat, rasa percaya diri, maju dan menjadi komandan di tengah-tengah masyarakat. 

Bagaimana khidmat sebenar-benarnya yaitu berkhidmat yg tidak keluar dari syariat dan akhlakul Karimah. 

Maka dengan rasa semangat dan percaya diri akan banyak memunculkan ide yang luar biasa.

Ning Hj. Nuvisa Rizqid Diiny El Ulya selaku ketua panitia Halaqah Nawaning Nusantara mengucapkan terima kasih kepada para narasumber dan para Nawaning Nusantara yang hadir.

Dimeriahkan oleh Veve Zulfikar dengan shalawatan bersama para Nawaning Nusantara.

Diskusi panel bersmaa bunyai Badriyah Fayuni dan Gus Daniel Rifqi. 

Penguatan Dakwah kreatif perempuan pesantren. Kemajuan teknologi itu mengubah pola dan bentuk dakwah. Dahulu dengan tradisional yaitu tatap muka. Sekarang dengan hadirnya internet dan media sosial merupakan bentuk dakwah kemudian di upayakan adaptif dan kreatif. Dengan adanya bentuk dakwah seperti ini audiens dakwah lebih luas.

Media sosial dan internet sudah menjadi bagian kehidupan kita sehari-hari. Khususnya anak muda muslim sekitar 93% kebahagiaan mereka itu berkaitan dengan agama. 

Dunia medsos itu tidak sama dengan dunia nyata. Nawaning Nusantara ini mempunyai identitas yang harus di usung konsisten.

Identitas Nawaning : 

1. Perempuan 

2. Muslimah 

3. Indonesia 

4. Nahdlatul Ulama - Pesantren

5. Nawaning Nusantara - Muda Milenial.

Nawaning Nusantara punya peran yang tidak bisa di abaikan untuk eksistensi pesantren. Media sosial itu memudahkan mobilitas fisik dan visi. (Bunyai Badriyah Fayumi).


Ada satu media baru digital yang mudah di akses dan mudah di aplikasikan. 

Audio Visual yaitu Cinema. Ada efek yang begitu besar untuk perasaan kita. Film itu mempengaruhi perasaan dan jiwa kita. 

Dengan media digital ga perlu Dateng ke bioskop yaitu Disney dan platform lainnya. Film itu harus menyentuh ke hati dan membuat pengaruh yang besar untuk pikiran. 

Mau memulai darimana? 

1. Bungkus : hal-hal teknis dahulu, contoh tik tok kuasai filter-filternya. 

2. Isi konten : kalo itu nilai moral dunia santri atau keislaman tetapi bagaimana menyampaikan itu dengan asik.

Tips : pilih medium nya yaitu contoh menjadi penulis novel. (Gus Daniel Rifqi).



Alfaqirah 🥀

Comments

Popular posts from this blog

USTADZAH FADHILLAH ULFA

KH ABU HASAN SYADZILI ASKANDAR DAN POHON MANGGA

Ning balqis iskandar – Nawaning Nusantara