Ustadzah Ummu Ali Al habsyi
Ceramah Ustadzah Ummu Ali Al habsyi
Diterjemahkan oleh Ustadzah Rugayyah Hanun bint Habib Umar Assegaf
-Ustadzah membuka ceramahnya dengan memuji Allah atas semua nikmat yg kita ketahui dan tidak kita ketahui, memuji Allah atas apapun yg Allah perbuat kepada kita..
Kemudian Ustadzah memuji ahlu Palembang yg dengan semangat mengadakan maulid full di bulan Robiul Awwal bahkan ditambah 10 hari di bulan Robiuts tsaniy baik dari kaum laki-laki atau perempuan pada pagi siang dan malam dan kehadiran ustadzah disini juga untuk menjalankan perintah dari Hubabah Ummu Salim untuk datang ke Palembang sehingga kata Hubabah Ummu Salim menyatakan bahwa Ustadzah Ummu Ali merupakan wakil/pengganti dr Hubabah..
⁃ pada bulan Robiul Awwal ini sudah seharusnya orang-orang mukmin menampakan kebahagiaan mereka atas kelahiran Nabi Muhammad sehingga kebanyakan ulama berkata wajib bagi kita untuk menampakkan kebahagiaan atas kelahiran Nabi Muhammad dgn perayaan maulid dan dalam perayaan maulid ini anggaplah kita dijamu oleh Nabi Muhammad karena maulid ini adalah hidangan bagi kita ummatnya Nabi Muhammad
⁃ Ustadzah menceritakan tentang Sayyidah Aisyah yg memuji keindahan Nabi Muhammad, membacakan syair-syair seraya berkata kepada Nabi; sungguh syair ini sangat pantas untukmu wahai Rasulullah..
⁃ Suatu ketika Nabi sedang kepanasan sehingga bercucuran keringatnya dan Sayyidah Aisyah memuji keringat Nabi dengan mengatakan bagaikan mutiara yg bersinar, mengambil pengumpamaan dari Al-Qur'an yang mana Allah mensifati Nabi dengan kalimat sirajan munira yang artinya cahaya pelita yg bersinar, setelah Sayyidah Aisyah mengungkapkan syairnya untuk Nabi maka Nabi mendoakan Sayyidah Aisyah : اللَّهمَّ اغفِرْ لِعائشةَ ما تقدَّم مِن ذنبِها وما تأخَّر ما أسرَّتْ وما أعلَنَتْ) wahai Allah ampuni dosa Aisyah baik yg terdahulu ataupun yg akan datang, baik yg tersembunyi ataupun yg terang-terangan.. Kemudian Sayyidah Aisyah sangat senang karena mendapatkan doa dari Nabi, lalu Nabi bertanya; kamu senang wahai aisyah? Maka beginilah aku mendoakan setiap hari untuk ummatku,,, itulah Nabi yg diutus sebagai Rahmat untuk kita sebagaimana firmannya Allah : وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين,, maka bagaimana kita bisa membalas jasa Rasulullah...
⁃ Nanti di hari kiamat, kuburan pertama yg dibangkitkan adalah kuburan Nabi dan yg pertama kali Nabi cari adalah ummatnya
⁃ Kalaupun kita mengadakan maulid setiap hari dan bukan hanya di Robiul Awwal saja maka yg demikian belum juga bisa membalas jasa Nabi Muhammad
⁃ Ustadzah juga bercerita tentang pamannya Nabi yaitu Sayyidina Abbas yg izin ingin memuji Nabi maka kata Nabi pujilah, dan engkau wahai pamanku dikarenakan telah memujiku maka gigimu akan terjaga sehingga Sayyidina Abbas masih lengkap giginya padahal sudah 100 tahunan umurnya berkah dari memuji Nabi Muhammad, diantara syair yg dibacakan untuk Nabi : أشرقت الأرض وأضائت بنورك الأفق dan Nabi senang mendengar syair itu hingga mengatakan tambah lagi hingga ditambah terus baitnya hingga bait-bait syair itu mencapai 200 bait sehingga para ulama berkata tentang kejadian ini bahwa ini adalah maulid yg pertama kali diadakan.
⁃ Kenapa Rasulullah senang dipuji oleh Sayyidina Abbas dan Sayyidah Aisyah? Karena Nabi tau pujian itu atas dasar cinta mereka dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
⁃ Ustadzah juga bercerita tentang kedatangan seorang sahabat yg bertanya kpd Nabi: sebanyak apa waktu yg dibutuhkan untuk bersholawat? Nabi menjawab: 1/4, kalau lebih boleh? Boleh kata Nabi, 1/2nya bagaimana? Boleh kata Nabi, 1/3nya? Boleh kata Nabi,,, kalau begitu aku jadikan seluruh hariku untuk bersholawat kepadamu, lalu kata Nabi kalau begitu kegundahanmu akan hilang dan dosamu akan diampuni
⁃ Rasulullah tidak butuh sholawat kita karena Allah dan malaikatnya sudah bersholawat kpd Nabi, tetapi kita yg butuh sholawat itu untuk menghilangkan kegundahan, sedih dan sumpeknya kita serta untuk dihapuskan dosa-dosanya kita
⁃ Alhamdulillah kita diberi kesempatan oleh Allah untuk menghadhiri dan merayakan maulid dan ini nikmat besar yg harus kita syukuri, saat kita sudah menyadari bahwa maulid ini adalah agung maka semoga Allah memberi kita taufik untuk mengamalkan apa yg diajarkannya karena tanda syukur adalah pengamalan.. Allah berfirman: فبشر عباد ٱلَّذِینَ یَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَیَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥۤۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ ٱلَّذِینَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ
⁃ Buah dari hadhir majelis adalah untuk menguatkan dan mengikat kembali hubungan dengan Nabi Muhammad, menambahkan dan menguatkan cinta serta menghidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi Muhammad... Para ulama berkata bahwa menghidupkan sunnah Nabi wajib dilakukan terutama di bulan Rabiul Awwal,, Habib Ali Al-Masyhur berkata bahwa wajib bagi orang-orang mukmin untuk menghidupkan sunnah Nabi setiap harinya satu dalam bulan Robiul Awwal hingga terkumpul sampai 30 sunnah dan yg 30 ini harus terus dilakukan setiap hari kedepannya, begitulah hingga datang Robiul Awwal lagi maka lakukan seperti itu lagi sampai dapat 30 sunnah Nabi yg baru dan begitu seterusnya, kita anggap ini seperti berdagang dan bulan Robiul Awwal adalah waktu yg tepat untuk mengambil keuntungan karena berdagang hasilnya untuk mengambil untung.
⁃ Kewajiban untuk menghidupkan sunnah Nabi bukan hanya untuk diri kita saja akan tetapi juga untuk keluarga dan dalam acara-acara yg kita laksanakan, kita periksa sunnah Nabi mana yg sudah lemah maka harus kita kuatkan lagi. Sunnah Nabi ada banyak, bisa berupa keseharian seperti makan, minum, mengadakan acara dsb.. Ada juga yg bersifat khusus seperti sunnah Nabi dalam ibadah. Orang yg menghidupkan sunnah Nabi dalam kesehariannya maka kesehariannya ditulis sebagai ibadah, makannya ibadah, minumnya ibadah, dan seterusnya jadi ibadah.. Juga dapat mendekatkan diri kepada Allah. Nabi bersabda: إن الله يرضى عن عبد الذي يشرب وحمد الله) sesungguhnya Allah meridhoi seorang hamba yg apabila dia minum lalu kemudian memuji Allah)
⁃ Maka hidupkan sunnah-sunnah Nabi di dalam rumah, mendidik anak, di berbagai acara karena Nabi tidaklah meninggalkan suatu perkara kecuali sudah Nabi ajarkan bagaimana melaksanakan perkara itu.
⁃ Rasulullah adalah panutan kita yg sudah dipilihkan Allah dan Rasulullah memilih sayyidah Fatimah untuk menjadi panutan bagi kaum perempuan karena Sayyidah Fatimah adalah pemimpin para wanita ahli surga, hingga para ulama berkata : kalau kamu ingin menjadi ahli surga, ikutilah Sayyidah Fatimah dalam tiap langkahmu.
⁃ Orang-orang sebelum kita mereka semua bahagia karena mereka adalah orang-orang yg lurus dalam mengikuti jalannya Rasulullah dan sama sekali tidak melenceng seperti sekarang, kita didatangi musuh-musuhnya Allah yg merusak anak-anak kita, mengubah arah fikiran kita dan ini adalah perbuatannya syaitan karena syaitan adalah musuh nyata sebagaimana yg difirmankan Allah dalam Al-Qur'an
⁃ kata Nabi: setiap dari kalian akan masuk surga kecuali orang-orang yg tidak mau, maka sahabat bertanya siapa yg tidak mau itu? Nabi menjawab: siapa yg mentaati aku akan masuk surga dan siapa yg tidak mentaati aku maka merekalah orang-orang yg tidak mau itu
⁃ Kita harus memahami siroh Sayyidah Fatimah, bagaimana keseharian dan perilakunya, salah satu sifay Sayyidah Fatimah yang paling terkenal adalah sangat pemalu, beliau adalah contoh orang yg telah lulus dari madrasahnya Rasulullah....
⁃ Suatu ketika saat Rasulullah dan Sahabat sedang berkumpul maka Rasulullah bertanya tentang siapakah perempuan terbaik, para Sahabat kebingungan menjawab, ada yg mengatakan yg paling rajin sholat, sedekah, puasa dsb.. Dari kebingungan itu akhirnya Sayyidina Ali pulang ke rumah dan bertanya kpd Sayyidah Fatimah, kemudian Sayyidah Fatimah mau menjawabnya langsung di hadapan Rasulullah dan Sayyidah Fatimah pun pergi ke Rumah Rasulullah dan mengetuk pintu, dari ketukan itu Rasulullah langsung tau bahwa yg mengetuk adalah Sayyidah Fatimah karena Rasulullah sudah faham sangking cintanya Rasulullah kpd Sayyidah Fatimah, lalu Sayyidah Fatimah masuk dan izin menjawab pertanyaan Rasulullah, kata Sayyidah
Fatimah; perempuan terbaik adalah dia yg tidak pernah melihat laki-laki dan tidak pernah dilihat laki-laki.. Kemudian Rasulullah senang dgn jawaban itu lantas mengecup diantara kedua mata Sayyidah Fatimah seraya mengatakan bahwa Sayyidah Fatimah benar-benar hasil dari didikan Rasulullah... Kemudian cerita ini disebut dengan fatwa fathimiyyah oleh para ulama dan stempelnya untuk memvalidasi fatwa tersebut adalah kecupan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam
⁃ selayaknya para wanita menjadikan Sayyidah Fatimah sebagai suri tauladan, maka sudah seharusnya juga mengetahui bagaimana cara Sayyidah Fatimah mengadakan pernikahan,, para pembesar sahabat Rasulullah tau bahwa Sayyidah Fatimah adalah Kecintaan Rasulullah sehingga mereka berlomba-lomba mau meminang Sayyidah Fatimah tapi Rasulullah menolak pinangan para sahabat dgn penolakan yg baik karena Rasulullah masih menunggu wahyu dari Allah dalam menikahkan putrinya... Kemudian ada yg mengusulkan kpd Sayyidina Ali untuk meminang Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali pun sebenarnya sudah lama mau meminang Sayyidah Fatimah tapi Sayyidina Ali tidak berani karena kurang biaya, setelah Sayyidina Ali disemangati oleh para Sahabat untuk maju maka Sayyidina Ali pun memberanikan diri untuk menghadap Rasulullah walaupun peluh keringat yg cukup banyak, dan inilah contoh orang yg lulus dari madrasahnya Rasul, padahal Sayyidina Ali adalah laki-laki tapi beliau malu untuk meminang,,,, kemudian disambut dgn baik pinangan Sayyidina Ali dgn ucapan : marhaban wa ahlan!... Tidak sampai disini saja, Sayyidina Ali mengungkapkan kpd Rasulullah bahwa beliau tidak punya modal, lalu Rasulullah menanyakan baju perang yg pernah dikasih Rasulullah dan menyuruh Sayyidina Bilal untuk menjual baju perang tersebut kemudian uangnya separuh untuk perabotan rumah tangga dan separuhnya lagi untuk wewangian... Pada malam pernikahan itu seisi Madinah bahagia karena melihat Rasulullah bahagia, dan pada saat itu juga para Sahabiyyah wanita ikut bergembira dan mendedangkan syair-syair untuk pengantin, lalu kata Rasulullah : silakan bersyair tapi jangan sampai mengeluarkan kata-kata yg tidak Allah suka, oleh karena itu kita ini kalau ngadain acara silakan ada hiburan tp harus yg disukai oleh Allah... Kemudian sang pengantin pulang ke rumah dan duduk berjauhan karena masih malu, dan Rasulullah mendekatkan duduknya mereka berdua, saat dipanggil oleh Rasulullah diriwayatkan bahwa Sayyidah Fatimah kesandung sampai 3x karena sangking malunya beliau dan Rasulullah mendoakan keberkahan untuk keduanya dan perlindungan dari Allah SWT.
⁃ Dalam pernikahan tersebut tidak ada potret memotret, terlebih lagi laki-laki yg motretnya, sangat tidak pernah ditemukan hal semacam ini.
⁃ Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan putrinya untuk dilihat terlebih dahulu (nazhroh) saat dilamar, namun Rasulullah membolehkan perkara ini pada ummatnya dengan tetap menjaga syarat-syaratnya dalam islam seperti bertemunya tidak hanya berdua saja, wanitanya jangan pake makeup dst... Adapun yg skrg sudah banyak ditemukan yg bertentangan dgn ajaran Rasulullah, dan ini adalah perkara yg tidak baik, bagaimana mungkin sunnah-sunnah Rasulullah diganti dengan sunnah-sunnah musuhnya Allah?? Yg seperti ini terjadi karena biasanya sang ibu yg mau menyenangkan anaknya dgb berdalih tidak apa-apa, hanya sekali dalam hidup, namun justru yg seperti ini bukan menyenangkan, tapi sebaliknya berpotensi untuk mencelakakan, harusnya kita punya prinsip bahwa apapun yg membahagiakan kita di dunia maka yg demikian itu harus membahagiakan kita di akhirat
⁃ Allah SWT berfirman: إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤولا،...jadi semuanya akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah dan begitu juga dgn acara yg kita adakan, orang yg mau menjaga sunnah-sunnah Rasulullah harus juga memperhatikan acaranya supaya berkah hingga kepada keturunannya, jadi yg mau keberkahan dalam rumah tangga dan kehidupannya maka harus sesuai dgn sunnah-sunnah Rasulullah
⁃ Adalah Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi pengarang maulid Simtud Duror, bagaimana bisa menjadi sosok yg luar biasa seperti itu?? Ini bersumber dari bagaimana ayah dan ibunya Habib Ali Al-Habsyi saat mengadakan acara pernikahan sehingga Habib Abdul Qodir Assegaf mereview pernikahan tersebut dgn berkata lihatlah bagaimana pernikahan Hubabah Alawiyyah Al-Jufri ibunda Habib Ali hingga bisa melahirkan orang seperti Habib Ali Al-Habsyi, dikatakan dulu sebelum dilaksanakan pernikahan, ayahnya Habib Ali ada perintah dakwah ke luar kota dan ternyata itu berlangsung saat malam pernikahan mereka, jadilah saat pengantin baru, ibunda Habib Ali subuhnya sudah diajak keluar untuk berdakwah, bayangkan saja padahal pengantin baru? Sehingga dikatakan bahwa pernikahan ayah dan ibunda Habib Ali sudah dimeriahkan acaranya oleh para malaikat langitnya Allah...
⁃ Terakhir Hubabah berdoa untuk para Hadhirat dan smg Allah mengabulkan semua doa-doa Hubabah
Jazaakumullah khoiron katsiiron Hubabah untuk semua untaian mutiara dan pandangan kasih sayang untuk kami semua, semoga kedatangan Hubabah menjadi hujan deras yg membasahi hati kami dgn kondisi kering kerontang ini,, semoga Allah senantiasa menjaga Hubabah dan orang-orang disekitar Hubabah, مجيئتكم مقدمة و مجلبة لمجيئة أمكم الحنونة لأنكم قطعة من نورها
Juga Jazaakumullah khoiron katsiiron kepada Ustadzah Rugayyah Hanun selaku penerjemah Hubabah yg sudah membantu kami dalam memahami untaian mutiara dari lisan yg senantiasa berdzikir kepada Allah, juga kepada Ustadzah Nur Afifah Syahab selaku pembina dari majelis dan acara ini, semoga Allah menjaga Ustadzah dan segenap ustadzat Palembang Darus Salam yg kehadhiran Ustadzah semua kami yakini menambah keberkahan dalam perkumpulan ini...
Penulis memohon maaf jika banyak yg terlewat dalam catatan ini, smg Allah mencatat sabagai manfaat bagi siapapun yg membaca dan berniat untuk mengamalkannya
Salam Miladir Rasul,
Ustadzah Aqilah

Comments
Post a Comment