WAJAH INDAH BAK REMBULAN PURNAMA DI MALAM HARI - Ustadzah Lubna Mauladawilah

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

 WAJAH INDAH BAK REMBULAN PURNAMA DI MALAM HARI 

🎙️: Ustadzah Lubna Mauladawilah


Kenangan bisa menjadi candu untuk di gali kembali, dan menjadi haru untuk senantiasa di ziarahi dan di rindukan kembali. Ketika menghidupkan dan menziarahi kenangan bukan sesuatu yg menyakitkan, itulah kenangan kita ketika kita sambungkan dgn manusia termulia Rasulullah, tatkala hati kita selalu terbakar dahsyatnya rindu pada manusia mulia Rasulullah. 


Mereka para perindu ulung, bukan hanya dgn bualan syair tapi merindukan dgn bukti.


Kalam Habib Ali Habsyi:

• Hampir² krna bgtu dahsyat rinduku, ini hati terbang kepada sang kekasih yg kecintaanku kepadanya sdh bersemayam di dlm sanubariku. 

• Jiwaku sdh terbakar karena cinta dgn sebaik-baik utusan, dan hal terindah bagi org yg di mabuk rindu adalah ketika telingaku diperdengarkan pujian kepada Nabi Muhammad. 

• Wahai tuanku hatiku lebur dgn kecintaan kepadamu, saking rindunya niscaya mata menangis hingga yg keluar adalah darah setelah air mata yg mengering.

• Nabi Muhammad adalah sebaik-baik manusia yg plg baik perangai, akhlak dan juga fisiknya. 

• Beliau adalah harta yg tersimpan yg kuncinya tdk dapat kita temukan untuk membuka sifat² tsb, dan beliau adalah purnama yg sempurna yg mengambil hati org yg membayangkannya. Beliau kekasihku yg membuat bulan purnama cemburu pada keindahan wajahnya, indahnya membuat hati bingung. 


Bagaimana mereka tdk tergila-gila pada Rasul, sdgkan beliau adalah sebaik-baik, seindah-indah nya ciptaan Allah. Klo kalian ngeliat org yg ganteng ingat Nabi kita lebih ganteng. Ketika kalian ngeliat org yg menarik, ingat Nabi kita lebih menarik. Ketika lihat satu org yg membuat kagum, ingat Rasulullah lebih membuat kita kagum.


Burdah: dialah pemilik jiwa raga yg sempurna yg memang dipilih oleh sang pencipta sebagai kekasih-Nya, tak seorang pun menyamai yg beliau miliki bak keindahan mutiara yg tdk terbagi. 


Sahabat: kita tdk mendapati seseorang yg lebih indah daripada Nabi Muhammad.


Tatkala para tabi'in penasaran dgn indahnya Nabi Muhammad mereka blg, "sifatkan kepada kami seperti apa indahnya wajah Nabi Muhammad" yg ngebuat para sahabat yg ketemu Nabi ga mau pulang, maka dijawab "wajahnya Nabi Muhammad seperti matahari ataupun bulan tapi lebih terang daripada bulan". 


Abu Hurairah: aku tdk melihat yg lebih indah daripada Nabi Muhammad, seakan-akan matahari berjalan di wajahnya Nabi, sinarnya bagai sinarnya matahari. Nabi Muhammad klo udh senyum memancar cahaya dari giginya. 

Wajah Nabi terlihat tapi terang, bercahaya, dan berkilau. 


Sahabat: aku tdk pernah melihat diperkumpulan org yg wajahnya lebih elok dari Rasulullah. 


Kitab syamail: sungguh wajahnya Nabi Muhammad adalah sebaik-baik wajah dan wajah yg paling bercahaya. Tdklah seseorang mensifatkan Nabi Muhammad kecuali dia mensifatkan wajahnya mirip dgn bulan saat purnama. 


Jabir bin samurah: ketika malam bulan purnama beliau melihat Nabi Muhammad, dan kata beliau aku perhatiin mana yg lebih indah bulan purnama atau Nabi Muhammad, dan ketika aku sadar wajah beliau lebih bersinar indah dari bulan purnama. 


Tdk ada yg mensifatkan Nabi Muhammad lebih indah dari Ummu Ma'bad.

Ummu Ma'bad: Rasulullah ketika ana lihat dari jauh menjadi org yg paling tampan, tapi ketika aku lihat dari dekat, sempurna. 


Sydn Abu Bakar pun memuji Nabi Muhammad: dialah yg dipercaya, dialah yg disucikan, penyeru kebaikan, wajahnya laksana rembulan yg menyingkap hamparan awan² yg mendung. 


Ummu Salamah: "ya Rasulullah mana bajumu yg berwarna hitam/merah maroon?" Kata Rasulullah "udah dikasih org". Kata Ummu salamah "itu baju bgtu cocok ketika kau pakai dgn perpaduan kulitmu yg putih".


Kitab syamail: kulitnya Nabi Muhammad putih bercahaya seperti dicelup ke dalam perak. Putih, manis, berseri-seri. 


Putih yg cakep itu putih yg glowing ada sinar² merahnya, ada campuran pink²nya wa hakadza Rasulullah Saw. 


Habib Ali Habsyi: Wajahnya putih kemerah-merahan dan itu seindah-indahnya kulit. 


Wajah Nabi putih kemerah-merahan ketika terpapar matahari. 


Begitu beningnya wajah Nabi sampai sesuatu yg ada dlm hati Rasulullah benar² nampak di wajahnya Nabi. Rasulullah kalo ridho/ga kelihatan di wajahnya saking beningnya wajahnya Saw. 


Kalau beliau keringetan seperti mutiara yg bercahaya dgn bau misk yg sangat harum. Gimana sempat kita ngidolain selain Nabi Muhammad?


Habib Ali Habsyi: andai aku jadi batu yg ada di zaman Nabi Muhammad agar bisa bertemu dan hidup di zamannya Nabi Muhammad. 


Habib Ali Habsyi: Dahinya luas serasi dgn wajahnya, berkilau. 


Kitab syamail: kepalanya besar gagah. Alisnya Nabi melengkung seperti busur panah, panjang saling terpaut satu dgn yg lain tapi ga gandeng sebenarnya.


Maulid ad-diba'i: alisnya hitam seperti huruf nun, dan di antara kedua alis ada guratan pembuluh darah agak merah dan terlihat ketika Rasulullah tdk ridho dgn sesuatu dan di tengah² ada cahaya perak yg menyala. Bola matanya lebar, bulat, biji mata beliau hitam, bulu matanya panjang dan lentik seakan-akan menutupi kelopak mata, di dalam matanya itu bening, jernih tapi ada campuran rona kemerahan (dlm Syamail), ngebuat kita yg menatap pengen natap terus matanya Rasulullah Saw, di bawah kelopak mata juga ada kemarah-merahan, kedua matanya udh bercelak. 


Andai bola mata yg paling cakep misalnya warna coklat, biru, niscaya bola mata Rasulullah seperti itu. 


Ketika Rasulullah tinggal sama pamannya Abu Thalib, ketika bangun tidur rambutnya rapi seakan-akan sdh di sisir dan di minyaki. Matanya seakan-akan sdh di pakaikan celak, dan tdk ada guratan bekas bangun tidur. 

Dikatakan: Cakep itu cakep walaupun bangun dari tidur. 

Habib Ali Habsyi: tdk seorang pun yg menyerupai perangai, akhlak, pandangan, ucapannya Rasulullah. Benar² Allah menciptakan beliau sebaik-baik bentuk, ga ada keindahan yg luput dari Rasulullah. 


Kita ngeliat org yg biasa² aja tapi akhlaknya bagus, kita tertarik. Tapi beliau Saw sdh sempurna dibalut lagi dgn keindahan perangai dan akhlak.


Maulid Ad-diba'i: hidungnya mancung laksana huruf alif, pipinya datar ga terlalu banyak daging (ga chubby), rahangnya tegas, dan wajahnya ga terlalu bulat dan ga terlalu lonjong. Bibirnya penuh sepeti huruf mim, warnanya merah muda. 


Kitab syamail: hidungnya mancung dan ada kilauan cahaya di ujung hidungnya. Bibirnya lebar. 


Sahabat: tdklah aku melihat org yg lebih banyak tersenyum dari Nabi Muhammad. 


Kalau beliau senyum keliatan gigi beliau, dikatakan giginya putih, rapi, di gigi serinya ada sedikit celah dan dari situ keluar cahaya yg berkilau. 


Sydh Halimah tatkala pertama kali menggendong Rasulullah, itu bayi tersenyum, dan senyumnya keluar cahaya yg memancar, maka sydh halimah jatuh hati. Kata suami sydh Halimah, ambil ini bayi, ini bayi yg berkah. 


Wajahnya Nabi Muhammad ini wajah yg membuat hati orang terpanggil untuk mencintai Nabi Muhammad. 


Garis Bibirnya Nabi Muhammad itu terlihat lembut. 


Lehernya Nabi Muhammad seperti leher boneka yg berkilauan perak, klo kena matahari maka kemerah-merahan berkilauan seperti perak yg klo di hadapkan ke tembok leher tsb mengeluarkan cahaya yg memantul ke tembok dan dari tembok mantul lagi. 


Habib Ali: semua sifat sempurna terkumpul pada beliau, beliau ga ada saingannya dari segi fisik, akhlaknya Allah beri pengkhususan pada kekasih-Nya. 


Maka tatkala kita tau Nabi Muhammad sesempurna itu, semulia itu, bagaimana Rasulullah bisa hilang dari benaknya kita?  Bagaimana kita lupa bercita-cita pengen bertemu Nabi Muhammad? Bagaimana kita lupa untuk mengorbankan diri, uang, tenaga, nafas kita untuk Nabi Muhammad? Bagaimana kita bisa lupa padahal bgtu indah Nabi Muhammad. 


Ulama: kalau sekejap mata Rasulullah hilang dari benakku maka aku tdk menganggap diriku sebagai umat Islam. 


Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas: bagaimana Rasulullah bisa hilang dari benak kalian, sdgkan Nabi Muhammad adalah sumber wujudnya kita. 


Habib Ali: kalau mereka terhibur ketika ziarah Nabi, maka ketahuilah ini Rasulullah ada bersamaku. 


Apa yg membuat pikiran kita terhalang dari Nabi Muhammad? Apa yg membuat hati kita terhijab dari Nabi Muhammad? Apa maksiat kita? Sampai kapan kita mau terhijab dari Nabi Muhammad? Mau sampai kapan Nabi Muhammad ga hadir dalam mimpi kita? Mau sampai kapan kita ga bisa menikmati bagaimana wajahnya Nabi Muhammad? Rela kah kita pergi ke alam barzakh dan mata kita belum di muliain untuk memandang wajahnya Nabi Muhammad? Mau sampai kapan rindu kita stuck di sini aja? Maka di bulan ini penuh dgn kilauan cahaya Rasulullah, kita mengejar moment yg membuat kita semakin merindu sama Rasulullah. Kita gunakan ini moment untuk kita yg sdh tertinggal jauh. Apa nikmatnya kita saat kta belum bisa melihat keindahan Nabi Muhammad? 


Yuk harumin diri kita dgn sunnah, muliain ini mata. Sungguh mata yg murah ga akan bisa lihat yg mahal, kalau mata kta murah semua kta lihat, ga ada filternya sama skli maka mata ini ga bisa lihat yg mahal. 

Habib Ali: Nabi Muhammad mengharumkan jalan yg dilewatinya. 

Dari penyebaran wanginya Nabi Muhammad maka rumah, tempat menjadi harum, dan dgn menyebut Nabi Muhammad insya Allah majelis, hati, diri kita menjadi wangi.

Comments

Popular posts from this blog

USTADZAH FADHILLAH ULFA

KH ABU HASAN SYADZILI ASKANDAR DAN POHON MANGGA

Ning balqis iskandar – Nawaning Nusantara